Pencetak sentuhan bola terbanyak dan Man Of The Match bukanlah pemain Spanyol.
Sajian drama kelas dunia di Fortaleza mengantar Spanyol memperbesar peluang mereka untuk menyatukan trofi Piala Konfederasi dengan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa. Apapun hasil di pertandingan final kontra Brasil nanti, ancaman nyata berhasil dialamatkan kepada para peserta Piala Dunia 2014 yang bahkan belum semuanya diketahui secara keseluruhan.
Bagaimanapun, pasukan Italia layak mendapatkan apresiasi lebih atas kemampuan mereka mengejawantahkan instruksi Cesare Prandelli dengan baik. Gli Azzurri menampilkan sesuatu yang dapat menjadi Kryptonite atas dominasi tiki-taka bila diasah dengan sempurna, mengikuti kesuksesan Bayern München membungkam Barcelona di Liga Champions musim lalu.
Di sela permainan dan kerjasama apik kedua negara, tetap ada nama yang lebih bersinar. Kendati sama-sama gemilang di sepanjang pertandingan, Gianluigi Buffon mendapat gelar man of the match. Bukan Iker Casillas, yang datang dari tim pemenang, ataupun Jesús Navas, yang menjadi penentu kemenangan di tengah tekanan maha besar dalam drama adu penalti.
Terlepas dari gelar man of the match, ada nama lain yang patut mendapat perhatian lebih; Daniele De Rossi. Dominasi permainan memang ada di tangan Spanyol, namun ternyata nama punggawa AS Roma muncul sebagai pemain dengan catatan sentuhan bola terbanyak: 127 sentuhan. Selain De Rossi, hanya ada empat nama yang mampu mencatatkan lebih dari 100 sentuhan bola: Xavi (116), Andrés Iniesta (109), Giorgio Chiellini (108), dan Sergio Busquets (107).
Tak banyak yang menyangka kalau Italia dapat tampil mengagumkan. Di laga terakhir fase grup, mereka kalah dengan skor 2-4 dari Brasil. Sebelumnya, tim asuhan Cesare Prandelli hanya menang tipis 2-1 atas Meksiko dan susah payah meraih tiga poin melawan Jepang dengan skor 4-3. Di Estádio Castelão, hal berlawanan justru terjadi. Di masa-masa pembuka pertandingan, Italia meraja.
Italia sempat menjadi tim yang lebih efektif di 45 menit awal laga ini. Dengan 36% penguasaan bola, 9 tembakan ke arah gawang dilepaskan Italia. Walau 6 di antaranya melenceng, Spanyol tetap tak dapat membalas jumlah ujian yang diterima oleh Iker Casillas di babak pertama. Namun, perlahan tapi pasti, Spanyol menunjukkan keahlian mereka dan membuat Italia kerepotan. Punggawa La Furia Roja menghasilkan akurasi umpan dengan persentase 92%.
Di babak kedua, segalanya berbalik. Penguasaan bola menjadi monopoli Italia kala agresivitas serangan berada di tangan pasukan Vicente Del Bosque lewat 7 tembakan. Sementara Italia hanya mampu menambah 4 sepakan dan tak satupun tepat sasaran. Ketika Howard Webb meniup peluit tanda berakhirnya waktu normal, ketimpangan penguasaan bola sedikit berkurang. Terlihat dari angka 53% berbanding 47% untuk keunggulan Spanyol.
Memasuki 15 menit pertama babak tambahan, gaya main di babak kedua tetap dipertahankan oleh La Furia Roja. Hasilnya, Italia tak mampu menambah catatan shots on goal mereka dan Spanyol hanya menambah satu angka untuk urusan serupa. Babak kedua extra time kian menggila.
Spanyol melesatkan 6 ancaman demi menaklukkan Buffon yang tampil gemilang, namun tak ada upaya yang berbuah gol. Saint Iker? Penjaga gawang Real Madrid ini tak melakukan aksi berarti karena tak ada bola yang mengarah ke gawang kawalan pada 15 menit terakhir.
Adu penalti pun berlangsung. Antonio Candreva membuka babak tos-tosan ini dengan kepercayaan tingkat tinggi. Punggawa Lazio tersebut mengeksekusi penalti ala Panenka untuk mengecoh penjaga gawang sekaliber Casillas. Sembilan penendang selanjutnya pun melaksanakan tugas dengan sempurna. Sayang, baik Buffon maupun Casillas, gagal beraksi karena tak mampu menepis satu eksekusi pun.
Eksekutor keenam Italia, Riccardo Montolivo, turut meneruskan tren positif rekan-rekannya. Begitu pula Sergio Busquets, yang membuat kedudukan sama kuat 6-6. Peruntungan Spanyol lantas berubah ketika sepakan Leonardo Bonucci melayang di atas mistar gawang. Penendang penentu Spanyol, Jesús Navas, kemudian sukses mengantar negaranya berhadapan dengan sang tuan rumah di babak final.
Susunan Pemain
Spanyol: Casillas, Arbeloa, Piqué, Ramos, Alba, Busquets, Iniesta, Xavi, Pedro (Mata 79′), Torres (Martínez 94′), Silva (Navas 53′).
Italia: Buffon, Chiellini, Barzagli (Montolivo 45′), Bonucci, Maggio, Pirlo, De Rossi, Giaccherini, Marchisio (Aquilani 80′), Candreva, Gilardino (Giovinco 90′).
FOTO FOTO










Tidak ada komentar:
Posting Komentar