Minggu, 28 Juli 2013

Borussia Dortmund 4 - 2 Bayern Munchen

Kekalahan pertama Guardiola di laga kompetitif, trofi melayang
Tuntas sudah dendam kesumat Borussia Dortmund atas Bayern Munchen. Bermain di kandang sendiri, Signal Iduna Park, Dortmund sukses menggilas Bayern dengan skor meyakinkan, 4-2 dalam petas DFL Supercup, Sabtu (27/7). Laga ini adalah pertandingan kompetitif pertama untuk Pep Guardiola bersama FC Hollywood. Kedua tim menurunkan skuat terbaiknya, tetapi minus Mario Gotze dan Manuel Neuer untuk kubu Munchen. Gol pembuka pertandingan dicetak oleh pemain internasional Jerman, Marco Reus di menit ke-6. Gol yang menjadi pembeda nasib dua raksasa Jerman saat interval. Juara anyar Eropa langsung merespon usai jeda. Arjen Robben menyamakan kedudukan di menit ke-54. Crossing Philipp Lahm disambut heading akurat Robben. Tapi tidak butuh lama untuk pasukan Klopp kembali unggul. Daniel Van Buyten malah membuat gol bunuh diri dua menit berselang. Nafas Guardiola masih belum teratur, pemain tengah incaran Manchester United, Ilkay Gundongan memperbesar jarak menjadi 3-1.
Munchen belum menyerah, Robben mencetak gol lagi (64′). Lagi-lagi berkat kombinasi dengan Lahm. Selanjutnya, Mario Mandzukic hampir mengubah skor kalau saja tendangannya tidak melebar. Akhirnya, Reus menyudahi perlawanan Munchen empat menit jelang waktu normal usai.

Susunan Pemain
Borussia Dortmund: Weidenfeller – Grosskreutz, Subotic, Hummels, Schmelzer, Bender (Sebastian Kehl 46’), Sahin, Jakub Blaszczykowski (Pierre-Emerick Aubameyang 72’), Gundogan (Sokratis Papastathopoulos 88’), Reus, Lewandowski
Bayern Munchen: Starke, Lahm, Boateng, van Buyten, Alaba, Thiago, Shaqiri (Bastian Schweinsteiger 67’), Kroos (Dante 86’), Muller, Robben, Mandzukic (Claudio Pizzaro 75’)




Senin, 01 Juli 2013

Brasil 3 - 0 Spanyol



Spanyol merana di Estadio do Maracana.

Sebuah tempat legendaris bernama Maracana benar-benar menjadi neraka bagi Spanyol, Minggu (30/6). Permainan khas Tiki-Taka mereka tak berjalan sebagaimana mestinya. Jogo Bonito Brasil justru berhasil memuaskan publik pendukung tuan rumah dan pencinta sepakbola netral. Khusus suporter A Selecao, yang tak suka permainan membosankan, kemenangan membuat semuanya kian manis.
La Furia Roja memang menguasai akurasi umpan (88%) dan mendominasi penguasaan bola (56%). Xavi Hernandez (79), Andres Iniesta (74), Sergio Ramos (72) dan Sergio Busquets (62) bahkan punya jumlah operan lebih banyak dari pemain yang paling aktif di kubu A Selecao, David Luiz (47). Mereka hanya melupakan satu hal terpenting: gol.
Tim asuhan Luiz Felipe Scolari seolah mengajari Iker Casillas dkk. cara memenangkan pertandingan: menceploskan gol sebanyak mungkin, bukan saling bertukar umpan. Sebenarnya, Spanyol melepaskan total 17 tembakan ke gawang Julio Cesar, lebih banyak dari Brasil (14). Tetapi usaha mereka sia-sia, gawang Brasil tetap perawan.
Sejak para pemain kedua kubu memasuki lapangan, punggawa Brasil jelas terlihat memiliki motivasi dan semangat lebih besar dari Spanyol. Thiago Silva cs. menyanyikan Hino Nacional Brasileiro serempak dengan para suporter yang memberi dukungan secara langsung. Karya ciptaan Francisco Manuel da Silva bergaung keras di Maracana.
Semua langsung membuahkan hasil dua menit selepas wasit Bjorn Kuipers meniup peluit tanda dimulainya laga pamungkas. Umpan silang Hulk ke kotak penalti Spanyol menjadi awal petaka. Neymar sempat menyentuh umpan tersebut, tetapi bola malah menuju ke arah Fred, yang terjatuh akibat Alvaro Arbeloa dan Gerard Pique. Namun Fred tak perlu berdiri untuk menaklukkan Saint Iker. 1-0 untuk Brasil.
La Furia Espanola sempat memiliki peluang emas. Jordi Alba berhasil menarik perhatian lini belakang Brasil sebelum mengirimkan bola kepada Pedro Rodriguez. Pedro sukses menaklukkan kiper Queens Park Rangers dalam posisi one-on-one. Namun Luiz berhasil mencegah sepakan punggawa Barcelona di garis gawang. Pemain Chelsea ini sukses membuat selebrasi di bangku cadangan Spanyol terasa sia-sia.
Di penghujung babak pertama, tibalah saat bagi pemain sensasional Brasil membuktikan diri kalau ia bukan aktor YouTube semata. Setelah berhasil menghindari jebakan offside kala menerima umpan Oscar, Neymar melesatkan tembakan keras dari kaki kirinya. Bola tampak seperti tersedot ke dalam gawang kawalan kapten Spanyol.
Sudah selesaikah amukan Brasil? Belum. Baru tiga menit babak kedua berlangsung, Fred kembali mencuri perhatian. Berada di sisi kiri lapangan, bomber Fluminense melepaskan tendangan terarah tanpa mengontrol bola terlebih dahulu. Casillas terpaksa memungut bola untuk kali ketiga saat waktu masih menunjukkan menit ke-47.
Tujuh menit berikutnya, harapan Spanyol yang sudah terbenam mulai muncul secara perlahan. Jegalan Marcelo terhadap Jesus Navas dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit asal Belanda. Untungnya bagi Verde-Amarela, Ramos gagal melaksanakan tugasnya. Eksekusi penalti pemain Real Madrid ini lewat begitu saja di sisi kanan gawang Cesar.
Kesempatan kampiun Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010 berhenti sampai di sana. Sisanya, mereka hanya mendapatkan musibah. 20 menit sebelum waktu normal habis, Pique melakukan tekel keras terhadap rekan barunya di Barcelona, Neymar. Tanpa ampun, kartu merah langsung keluar dari saku sang pengadil.
Sehabis insiden tersebut, tak ada lagi gol yang tercipta. Brasil resmi menjadi juara Piala Konfederasi untuk kali ketiga secara berturut-turut. Neymar dan Daniel Alves bisa berpesta sebelum bergabung kembali dengan El Blaugrana di pra-musim. Di sisi lain, Pique punya cukup waktu untuk mengenyahkan rasa canggung sebelum bertemu dua orang tersebut di Nou Camp.
Susunan Pemain
Brasil: Julio Cesar, Alves, Thiago Silva, David Luiz, Marcelo, Oscar, Dias, Paulinho (Hernanes 88’), Fred (Jo 80’), Neymar, Hulk (Jadson 73’).
Spanyol: Casillas, Pique, Ramos, Arbeloa (Azpilicueta 46’), Alba, Iniesta, Xavi, Busquets, Torres (Villa 59’), Pedro, Mata (Navas 52’).










Jumat, 28 Juni 2013

Spanyol 0-0 Itali (PEN: 7-6)


Pencetak sentuhan bola terbanyak dan Man Of The Match bukanlah pemain Spanyol.

Sajian drama kelas dunia di Fortaleza mengantar Spanyol memperbesar peluang mereka untuk menyatukan trofi Piala Konfederasi dengan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa. Apapun hasil di pertandingan final kontra Brasil nanti, ancaman nyata berhasil dialamatkan kepada para peserta Piala Dunia 2014 yang bahkan belum semuanya diketahui secara keseluruhan.
Bagaimanapun, pasukan Italia layak mendapatkan apresiasi lebih atas kemampuan mereka mengejawantahkan instruksi Cesare Prandelli dengan baik. Gli Azzurri menampilkan sesuatu yang dapat menjadi Kryptonite atas dominasi tiki-taka bila diasah dengan sempurna, mengikuti kesuksesan Bayern München membungkam Barcelona di Liga Champions musim lalu.
Di sela permainan dan kerjasama apik kedua negara, tetap ada nama yang lebih bersinar. Kendati sama-sama  gemilang di sepanjang pertandingan, Gianluigi Buffon mendapat gelar man of the match. Bukan Iker Casillas, yang datang dari tim pemenang, ataupun Jesús Navas, yang menjadi penentu kemenangan di tengah tekanan maha besar dalam drama adu penalti.
Terlepas dari gelar man of the match, ada nama lain yang patut mendapat perhatian lebih; Daniele De Rossi. Dominasi permainan memang ada di tangan Spanyol, namun ternyata nama punggawa AS Roma muncul sebagai pemain dengan catatan sentuhan bola terbanyak: 127 sentuhan. Selain De Rossi, hanya ada empat nama yang mampu mencatatkan lebih dari 100 sentuhan bola: Xavi (116), Andrés Iniesta (109), Giorgio Chiellini (108), dan Sergio Busquets (107).
Tak banyak yang menyangka kalau Italia dapat tampil mengagumkan. Di laga terakhir fase grup, mereka kalah dengan skor 2-4 dari Brasil. Sebelumnya, tim asuhan Cesare Prandelli hanya menang tipis 2-1 atas Meksiko dan susah payah meraih tiga poin melawan Jepang dengan skor 4-3. Di Estádio Castelão, hal berlawanan justru terjadi. Di masa-masa pembuka pertandingan, Italia meraja.
Italia sempat menjadi tim yang lebih efektif di 45 menit awal laga ini. Dengan 36% penguasaan bola, 9 tembakan ke arah gawang dilepaskan Italia. Walau 6 di antaranya melenceng, Spanyol tetap tak dapat membalas jumlah ujian yang diterima oleh Iker Casillas di babak pertama. Namun, perlahan tapi pasti, Spanyol menunjukkan keahlian mereka dan membuat Italia kerepotan. Punggawa La Furia Roja menghasilkan akurasi umpan dengan persentase 92%.
Di babak kedua, segalanya berbalik. Penguasaan bola menjadi monopoli Italia kala agresivitas serangan berada di tangan pasukan Vicente Del Bosque lewat 7 tembakan. Sementara Italia hanya mampu menambah 4 sepakan dan tak satupun tepat sasaran. Ketika Howard Webb meniup peluit tanda berakhirnya waktu normal, ketimpangan penguasaan bola sedikit berkurang. Terlihat dari angka 53% berbanding 47% untuk keunggulan Spanyol.
Memasuki 15 menit pertama babak tambahan, gaya main di babak kedua tetap dipertahankan oleh La Furia Roja. Hasilnya, Italia tak mampu menambah catatan shots on goal mereka dan Spanyol hanya menambah satu angka untuk urusan serupa. Babak kedua extra time kian menggila.
Spanyol melesatkan 6 ancaman demi menaklukkan Buffon yang tampil gemilang, namun tak ada upaya yang berbuah gol. Saint Iker? Penjaga gawang Real Madrid ini tak melakukan aksi berarti karena tak ada bola yang mengarah ke gawang kawalan pada 15 menit terakhir.
Adu penalti pun berlangsung. Antonio Candreva membuka babak tos-tosan ini dengan kepercayaan tingkat tinggi. Punggawa Lazio tersebut mengeksekusi penalti ala Panenka untuk mengecoh penjaga gawang sekaliber Casillas. Sembilan penendang selanjutnya pun melaksanakan tugas dengan sempurna. Sayang, baik Buffon maupun Casillas, gagal beraksi karena tak mampu menepis satu eksekusi pun.
Eksekutor keenam Italia, Riccardo Montolivo, turut meneruskan tren positif rekan-rekannya. Begitu pula Sergio Busquets, yang membuat kedudukan sama kuat 6-6. Peruntungan Spanyol lantas berubah ketika sepakan Leonardo Bonucci melayang di atas mistar gawang. Penendang penentu Spanyol, Jesús Navas, kemudian sukses mengantar negaranya berhadapan dengan sang tuan rumah di babak final.
Susunan Pemain
Spanyol: Casillas, Arbeloa, Piqué, Ramos, Alba, Busquets, Iniesta, Xavi, Pedro (Mata 79′), Torres (Martínez 94′), Silva (Navas 53′).
Italia: Buffon, Chiellini, Barzagli (Montolivo 45′), Bonucci, Maggio, Pirlo, De Rossi, Giaccherini, Marchisio (Aquilani 80′), Candreva, Gilardino (Giovinco 90′).

FOTO FOTO















Jumat, 07 Juni 2013

Best Players in FIFA 13 iPad with Their Position.


                            GoalKeeper (GK) : Manuel Neuer (Bayern Munchen/Bundesliga)
Age: 26 OVR:85
Strenght: 81 Reflex: 87 Handling: 83 Position: 84 Diving: 91

$ 8.600.000


Right Back (RB): Micah Richards (Manchester City/Premier League)
Age: 24 OVR: 82
Strenght: 91 Marking: 82 Tackle: 84 Control: 77 Heading: 86 SPA: 74

$ 6.600.000


Center Back (CB): Nemanja Vidic (Manchester United/Premier League)
Age: 31 OVR: 86
Strenght: 92 Marking: 91 Tackle: 92 Control: 95 Heading: 92

$8.900.000


Left Back (LB): Marcelo (Real Madrid/La Liga)
Age: 24 OVR: 80
Strenght: 76 Marking: 77 Tackle: 85 Control: 85 Heading: 65 SPA: 82

$ 4.800.000


Center Defense Midfielder (CDM): Daniele De Rossi (Roma/Serie A)
Age: 29 OVR: 86
Strenght: 83 Tackle: 88 Control: 88 Dribling: 82 Heading 88 SPA: 88

$ 14.000.000


Right Wing Midfielder (RWM): Pedro (FC Barcelona/La Liga)
Age: 25 OVR: 84
Sprint: 83 Control: 88 Dribling: 87 Crossing: 81 SPA: 86

$ 9.800.000


Right Midfielder (RM): Eden Hazard (Chelsea/Premier League)
Age: 21 OVR: 86
Sprint: 90 Control: 90 Dribling: 90 Crossing: 83 SPA: 88

$16.000.000


Center Midfielder (CM): Claudio Marchisio (Juventus/Serie A)
Age: 26 OVR: 85
Strenght: 73 Tackle: 82 Control: 88 Dribling: 86 SPA: 88 LPA: 85

$ 12.000.000


Left Midfielder (LM): Franck Ribery (Bayern Munchen/Bundesliga)
Age: 29 OVR: 88
Sprint: 92 Control: 92 Dribling: 94 Crossing: 86 SPA: 88

$ 17.000.000


Left Wing Midfielder (LWM): Chistiano Ronaldo Dos Santos Aveiro (Real Madrid/La Liga)
Age: 27 OVR: 89
Sprint: 94 Control: 95 Dribling: 91 Crossing: 85 SPA: 84

$ 23.000.000


Center Attacking Midfielder (CAM): Mario Gotze (Borussia Dortmund/Bundesliga)
Age: 20 OVR: 87
Sprint: 86 Control: 92 Dribling: 92 SPA: 92 LPA: 82 Finishing: 82

$ 26.000.000


Center Forward (CF): Lionel Andres Messi (FC Barcelona/La Liga)
Age: 25 OVR: 91
Sprint: 91 Control: 97 Dribling: 97 Finishing: 97 Power: 84

$ 43.000.000


Striker (ST): Edinson Cavani (Napoli/Serie A)
Age: 25 OVR: 88
Sprint: 86 Control: 87 Dribling: 82 Finishing: 90 Power: 88

$ 26.000.000

TOTAL: $ 215.700.000










Kamis, 16 Mei 2013

UEFA Europa League 2013 CHAMPIONS


SELAMAT CHELSEA!!! #KEEPTHEBLUEFLAGFLYHIGH!

Gue respect banget sama mereka, bisa menang piala Champions League dan Europa League berturut turut dalam dua tahun, keren kereen. Kesenangan juga dirasa sama Torres dan Juan Mata.


Gue juga pengen ngeshare tentang apa aja yang terjadi di Amsterdam sana..

Chelsea sukses merengkuh dua gelar juara Eropa berbeda dalam dua tahun berturut-turut usai menjuarai gelar Liga Europa berkat kemenangan 2-1 atas Benfica di Amsterdam ArenA, Rabu (15/5).
Setelah bermain imbang tanpa gol di paruh pertama, final kali ini seolah akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu ketika tak ada gol tambahan yang tercipta setelah torehan Fernando Torres pada menit ke-59 mampu disamakan oleh Oscar Cardozo di menit ke-68.
Bagi The Eagles, hasil akhir laga sangat mengecewakan karena mereka bermain dengan apik di duel pamungkas ini. Tim asal Portugal tersebut adalah tim yang lebih baik di babak pertama dan menguasai bola. Kesalahan mereka hanya satu: tak mampu memberikan ancaman nyata pada Petr Cech.
Manajer Chelsea, Rafael Benitez, mengakui bahwa timnya bermain buruk di babak pertama dan baru bisa bangkit usai jeda istirahat. “Saya pikir performa di babak kedua hebat,” jelas Benitez seperti dilansir Sky Sports. “Kami memiliki sejumlah masalah melawan tim yang sangat bagus di babak pertama.”
Tetapi, berkat sundulan gemilang dari Branislav Ivanovic, yang menyambut eksekusi tendangan penjuru Juan Mata, The Blues berhasil menjadi tim pertama yang menyegel trofi kompetisi Eropa kasta kedua 12 bulan setelah memenangi gelar bergengsi lainnya, Liga Champions.
“Tetapi saya benar-benar senang karena semua pemain dan semua orang ikut terlibat. Kami tak punya kecepatan dan kami harus menyesuaikan serta mendorong mereka, tetapi pada akhirnya kami pantas mendapatkan ini karena kami sudah bekerja keras di sepanjang musim.”
Di sisi lain, sosok  penoreh gol kemenangan The Pensioners, Ivanovic, turut angkat bicara. Pemain Serbia tersebut merasa sangat karena kali ini musim Chelsea begitu sulit. “Ini adalah perasaan yang hebat,” ujar Ivanovic kepada ITV. “Tim ini layak mendapatkannya karena kami memiliki musim yang sangat sulit, begitu banyak pertandingan dan hari ini juga sulit. Benfica bermain bagus.
“Kami mencetak gol yang berawal dari eksekusi bola mati dan kami bekerja keras untuk ini. Anggota tim dan para suporter pantas mendapatkan trofi ini. Perasaan untuk bermain di final Eropa lagi sangat hebat. Sekarang saatnya untuk merayakan keberhasilan.”
Susunan Pemain
Benfica: Artur Moraes, Almeida, Luisao, Garay (Jardel 78′), Melgarejo (John 66′), Perez, Matic, Rodrigo (Lima 65′), Gaitan, Cardozo, Salvio.
Chelsea: Cech, Azpilicueta, Ivanovic, Cahill, Cole, Lampard, Luiz, Ramires, Mata, Oscar, Torres.





Thanks udah baca postingan blog gue, yang buka blog gue, silakan follow twitter gue, subscribe youtube gue, dan buka semua Social Media yang gue punya, liat di Tab "Dimana Duta", Thank you everybody!

Senin, 13 Mei 2013

Juara Champions

CHAMPIOOONNSSSS!!!! yup, gue di post ini bakal share pic tentang klub apa aja yang menang liga nya *yang terkenal aja ya*

1. Manchester United (Barclays Premier League)


2. Bayern Munchen (Bundesliga)


3. Ajax Amsterdam (Ediverse)


4. FC BARCELONAAA!!!! (La Liga / Liga BBVA)


5. Paris Saint Germain PSG (Ligue 1)


6. Juventus (Serie A)


Gak lupa sama dalam negeri doong

7. Persipura (Indonesia Super League)

*belom ambil Trofi tapi yang pasti juara*

8. Perseman Manokwari (Liga Prima Indonesia)

*masih top klasemen, belom ada kabar final match* 

Thanks udah baca postingan blog gue, yang buka blog gue, silakan follow twitter gue, subscribe youtube gue, dan buka semua Social Media yang gue punya, liat di Tab "Dimana Duta", Thank you everybody!