Spanyol merana di Estadio do Maracana.
Sebuah tempat legendaris bernama Maracana benar-benar menjadi neraka bagi Spanyol, Minggu (30/6). Permainan khas Tiki-Taka mereka tak berjalan sebagaimana mestinya. Jogo Bonito Brasil justru berhasil memuaskan publik pendukung tuan rumah dan pencinta sepakbola netral. Khusus suporter A Selecao, yang tak suka permainan membosankan, kemenangan membuat semuanya kian manis.
La Furia Roja memang menguasai akurasi umpan (88%) dan mendominasi penguasaan bola (56%). Xavi Hernandez (79), Andres Iniesta (74), Sergio Ramos (72) dan Sergio Busquets (62) bahkan punya jumlah operan lebih banyak dari pemain yang paling aktif di kubu A Selecao, David Luiz (47). Mereka hanya melupakan satu hal terpenting: gol.
Tim asuhan Luiz Felipe Scolari seolah mengajari Iker Casillas dkk. cara memenangkan pertandingan: menceploskan gol sebanyak mungkin, bukan saling bertukar umpan. Sebenarnya, Spanyol melepaskan total 17 tembakan ke gawang Julio Cesar, lebih banyak dari Brasil (14). Tetapi usaha mereka sia-sia, gawang Brasil tetap perawan.
Sejak para pemain kedua kubu memasuki lapangan, punggawa Brasil jelas terlihat memiliki motivasi dan semangat lebih besar dari Spanyol. Thiago Silva cs. menyanyikan Hino Nacional Brasileiro serempak dengan para suporter yang memberi dukungan secara langsung. Karya ciptaan Francisco Manuel da Silva bergaung keras di Maracana.
Semua langsung membuahkan hasil dua menit selepas wasit Bjorn Kuipers meniup peluit tanda dimulainya laga pamungkas. Umpan silang Hulk ke kotak penalti Spanyol menjadi awal petaka. Neymar sempat menyentuh umpan tersebut, tetapi bola malah menuju ke arah Fred, yang terjatuh akibat Alvaro Arbeloa dan Gerard Pique. Namun Fred tak perlu berdiri untuk menaklukkan Saint Iker. 1-0 untuk Brasil.
La Furia Espanola sempat memiliki peluang emas. Jordi Alba berhasil menarik perhatian lini belakang Brasil sebelum mengirimkan bola kepada Pedro Rodriguez. Pedro sukses menaklukkan kiper Queens Park Rangers dalam posisi one-on-one. Namun Luiz berhasil mencegah sepakan punggawa Barcelona di garis gawang. Pemain Chelsea ini sukses membuat selebrasi di bangku cadangan Spanyol terasa sia-sia.
Di penghujung babak pertama, tibalah saat bagi pemain sensasional Brasil membuktikan diri kalau ia bukan aktor YouTube semata. Setelah berhasil menghindari jebakan offside kala menerima umpan Oscar, Neymar melesatkan tembakan keras dari kaki kirinya. Bola tampak seperti tersedot ke dalam gawang kawalan kapten Spanyol.
Sudah selesaikah amukan Brasil? Belum. Baru tiga menit babak kedua berlangsung, Fred kembali mencuri perhatian. Berada di sisi kiri lapangan, bomber Fluminense melepaskan tendangan terarah tanpa mengontrol bola terlebih dahulu. Casillas terpaksa memungut bola untuk kali ketiga saat waktu masih menunjukkan menit ke-47.
Tujuh menit berikutnya, harapan Spanyol yang sudah terbenam mulai muncul secara perlahan. Jegalan Marcelo terhadap Jesus Navas dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit asal Belanda. Untungnya bagi Verde-Amarela, Ramos gagal melaksanakan tugasnya. Eksekusi penalti pemain Real Madrid ini lewat begitu saja di sisi kanan gawang Cesar.
Kesempatan kampiun Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010 berhenti sampai di sana. Sisanya, mereka hanya mendapatkan musibah. 20 menit sebelum waktu normal habis, Pique melakukan tekel keras terhadap rekan barunya di Barcelona, Neymar. Tanpa ampun, kartu merah langsung keluar dari saku sang pengadil.
Sehabis insiden tersebut, tak ada lagi gol yang tercipta. Brasil resmi menjadi juara Piala Konfederasi untuk kali ketiga secara berturut-turut. Neymar dan Daniel Alves bisa berpesta sebelum bergabung kembali dengan El Blaugrana di pra-musim. Di sisi lain, Pique punya cukup waktu untuk mengenyahkan rasa canggung sebelum bertemu dua orang tersebut di Nou Camp.
Susunan Pemain
Brasil: Julio Cesar, Alves, Thiago Silva, David Luiz, Marcelo, Oscar, Dias, Paulinho (Hernanes 88’), Fred (Jo 80’), Neymar, Hulk (Jadson 73’).
Spanyol: Casillas, Pique, Ramos, Arbeloa (Azpilicueta 46’), Alba, Iniesta, Xavi, Busquets, Torres (Villa 59’), Pedro, Mata (Navas 52’).